TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SEMANGAT ENTREPRENEUR DI KALANGAN GENERASI MUDA (Studi Kasus di Pondo

Kamis, 05 Oktober 2017 - 11:29 WIB
Diposting oleh: lppm

 Gusnar Mustapa

Email : gusnar.mustapa@gmail.com

STIE INDOCAKTI Jl. Besar Ijen No. 90-92 Malang, Jawa Timur

 

 

Abstrak : Pondok pesantren akhir-akhir ini gencar mengembangkan budaya kewirausahaan yang dimaknai sebagai momentum untuk mengubah mentalitas, pola pikir dan perubahan sosial budaya di masyarakat. Oleh karena itu tulisan ini mengangkat gagasan  Pesantren Berbasis Pendidikan Entrepreneurship Sebagai Solusi Mencetak Moeslem Agent of Change. Tujuannya adalah untuk mengetahui keefektifan inovasi pendidikan pesantren berbasis entrepreneurship dalam mencetak muslim dalam membangun peradaban Islam.

Melalui gagasan ini diharapkan dapat meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren dan mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga merupakan sarana untuk menumbuhkan semangat entrepreneurship bagi santri dengan cara memberikan motivasi, pelatihan ketrampilan (pendidikan luar sekolah), serta berbagai macam program entrepreneurship.

Adapun pihak–pihak yang diharapkan dapat membantu mengimplementasikan gagasan ini diantaranya para santri, pihak pesantren sendiri, masyarakat, alumni dan pemerintah. Langkah–langkah dalam pembelajaran kurikulum pesantren berbasis entrepreneurship ini menekankan pada pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning), pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning), pembelajaran berbasis inquiry (Inquiry Based Learning), pembelajaran autentik (Authentic Instruction), pembelajaran berbasis proyek/tugas (Project Based Learning), pembelajaran berbasis kerja (Work Based Learning) dan pembelajaran berbasis jasa layanan (Service Learning).

Kesimpulan dari gagasan ini adalah diharapkan pesantren mahasiswa Al Hikam dapat memposisikan diri sebagai pencetak semangat-semangatentrepreneur dan sekaligus fasilitator dalam kegiatan entrepreneurship. Namun perlu diingat bahwa perubahan yang dilakukan hendaknya dengan bertahap dan tidak menghilangkan culture keislaman dari pesantren.

Kata Kunci : Entrepreneurship, Moeslem Agent of Change

 

Selengkapnya